Bahaya Memanjakan Anak secara Berlebihan
Bahaya Memanjakan Anak secara Berlebihanmerupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 2 Jumadil Awal 1448 H / 13 Oktober 2026 M.
Kajian Tentang Bahaya Memanjakan Anak secara Berlebihan
Beberapa faktor yang dapat menghancurkan rasa percaya diri anak telah dibahas sebelumnya, di antaranya:
- Rasa takut kepada sesama manusia.
- Perasaan minder atau rendah diri.
- Hinaan dan celaan yang diterima secara berulang, sehingga meruntuhkan rasa percaya diri anak.
Poin keempat yang menjadi perhatian utama adalah sikap memanjakan anak secara berlebihan. Perilaku ini dapat merusak dan menghancurkan rasa percaya diri anak. Orang tua harus dapat membedakan secara tegas antara rasa sayang dan sikap memanjakan.
Terdapat beberapa kesalahan umum orang tua dalam menerapkan kasih sayang kepada anak:
1. Melarang Anak Melakukan Pekerjaan yang Mampu Ia Kerjakan
Sebagian orang tua atau ibu melarang anak melakukan suatu pekerjaan yang sebenarnya sudah mampu ia lakukan, dengan alasan kasih sayang. Hal ini merupakan sebuah kekeliruan. Anak perlu dilatih untuk menangani tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya.
Alasan tidak tega atau terlalu sayang bukanlah bentuk kasih sayang yang positif, melainkan bentuk pemanjaan yang negatif. Anak yang terlalu dimanja akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak memahami tanggung jawab dan tidak mampu menyelesaikan tugas. Dalam pikirannya tertanam persepsi bahwa segala sesuatu harus selalu tersedia dan siap untuk dirinya.
Akibatnya, anak tumbuh menjadi pribadi yang lemah dari segala sisi, baik mental, kemampuan diri, maupun daya tahan dalam menghadapi kesulitan.
2. Tidak Membiarkan Anak Lepas dari Pengawasan Walau Sejenak
Kesalahan berikutnya adalah sikap orang tua yang tidak mau membiarkan anaknya berada di luar jangkauan pandangan mata, meskipun hanya sebentar, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ada kalanya orang tua harus berpisah sementara dan membiarkan anak mengeksplorasi dunianya sendiri. Mengawasi anak bukan berarti terus-menerus menempel atau mengekangnya, melainkan memberikan arahan lalu memberi mereka ruang untuk berjalan mandiri.
Sikap orang tua yang selalu mengekang anak atas dalih kasih sayang justru membentuk sikap manja yang negatif. Anak menjadi tidak mandiri, tidak berani berdiri sendiri, dan selalu bersandar kepada orang tua.
Kondisi tersebut menjadikan anak pribadi yang lemah dan tidak mampu berbuat apa-apa tanpa kehadiran orang tuanya. Ketika harus berhadapan dengan lingkungan luar, anak menjadi bingung, hilang arah, dan selalu mencari perlindungan orang tua. Kreativitas dan keberaniannya merosot tajam sehingga ia tumbuh menjadi anak yang penakut, tidak berani mengambil risiko, serta tumpul dalam memunculkan gagasan maupun karya. Hal ini sangat merugikan masa depan anak.
3. Pembiaran terhadap Kesalahan Anak
Kesalahan lain yang kerap dilakukan orang tua adalah tidak menegur anak saat ia melakukan kesalahan. Orang tua wajib menegur dan meluruskan kesalahan anak, meskipun tidak harus dilakukan secara langsung pada saat kejadian jika kondisinya tidak tepat.
Menegur anak pada saat yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak yang kurang baik. Oleh karena itu, orang tua harus memiliki niat, pertimbangan waktu, serta langkah-langkah yang bijak untuk meluruskan kesalahan tersebut, bukan malah berdiam diri.
Pembiaran dari orang tua akan dipersepsikan oleh anak bahwa tindakan salah yang ia lakukan adalah hal yang benar. Anak membaca pola bahwa diamnya orang tua merupakan wujud persetujuan. Sikap pembiaran seperti ini sangat berbahaya bagi perkembangan karakter anak.
Metode Menegur Kesalahan Anak
Menegur anak saat melakukan kesalahan tidak boleh dilakukan secara sembarangan, seperti menegurnya di depan umum. Hal tersebut merupakan cara yang keliru. Terdapat metode tersendiri dalam menyampaikan teguran kepada anak maupun kepada orang lain.
Menyampaikan nasihat di depan umum bukanlah bentuk perbaikan, melainkan tindakan yang menjatuhkan dan mempermalukan orang tersebut. Dalam hal ini, perlu dibedakan antara nasihat (an-nasihah) dan cercaan (at-ta’yir). Nasihat berlandaskan ketulusan, sedangkan cercaan bertujuan memburukkan dan merendahkan.
Ibu dan ayah perlu memperhatikan cara menyampaikan teguran, melihat situasi dan kondisi, serta memilih bahasa yang tepat. Pembiaran terhadap kesalahan tidak boleh dilakukan karena merupakan kekeliruan fatal yang dapat membuat anak berkesimpulan bahwa diamnya orang tua adalah bentuk pembenaran.
Empat poin utama yang sering menjadi kekeliruan orang tua—takut pada manusia, perasaan minder, hinaan dan celaan, serta dimanja secara berlebihan—dapat merusak rasa percaya diri anak.
Pemanjaan yang berlebihan membentuk pribadi yang lemah, tidak memiliki daya saing, serta kurang inisiatif dan kreativitas. Anak hanya akan bersikap pasif dan menunggu instruksi tanpa memiliki dorongan untuk berkarya.
Orang tua tidak perlu merasa bersedih saat anak harus mengalami kegagalan atau jatuh bangun. Kehidupan tidak selamanya berjalan manis, sehingga mental anak perlu ditempa agar mampu menghadapi hal-hal yang pahit dan getir.
Hambatan terbesar bagi orang tua dalam menghentikan sikap pemanjaan adalah perasaan tidak tega. Rasa tidak tega yang berlebihan, terutama dari seorang ibu, justru dapat merusak masa depan anak karena menjadikannya bergantung pada pemanjaan orang tua.
Bagaimana kajian lengkapnya? Mari download dan simak kajian yang penuh manfaat ini.
Download mp3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Mari turut membagikan link download kajian “Bahaya Memanjakan Anak secara Berlebihan” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv
Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56624-bahaya-memanjakan-anak-secara-berlebihan/